Gejala dan Cara Mengatasi Agoraphobia

Sumber: vocal.media

Apa itu agoraphobia? Dilansir dari alodokter.com agoraphobia adalah jenis gangguan
kecemasan pada manusia. Penderitanya merasa ketakutan berlebihan serta menghindari
tempat dan situasi yang menimbulkan kepanikan, malu, tidak berdaya dan terjebak,
contohnya seperti di keramaian dan ruang tertutup. Gangguan ini biasanya terjadi dan
berkembang karena penderitanya mengalami satu atau lebih banyak serangan panik.
Penderita menyadari ketakutan mereka yang tidak wajar, namun tidak dapat melakukan apa
pun untuk mengatasinya. Lalu bagaimana gejala dari penyakit ini? Bagaimana cara
mengatasi agoraphobia?


Terdapat beberapa gejala dari agoraphobia yang dapat kamu kenali. Gejala ini
dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu fisik, kognitif dan perilaku dengan jabaran sebagai
berikut.
1. Gejala Fisik
Gejala ini biasanya muncil ketika penderita berada dalam lingkungan yang
membuatnya merasa cemas. Napas dan detak jantung menjadi lebih cepat dari biasanya,
timbulnya keringat dan tubuh merasa panas, gemetar, mual dan merasa ingin pingsan. Gejala
fisik ini dapat dilihat ciri-cirinya secara langsung.
2. Gejala Kognitif
Gejala ini berkaitan dengan perasaan dan pikiran dari si penderita. Gejala kognitif
juga dapat berhubungan dengan gejala fisiknya. Ciri-ciri dari gejala ini adalah perasaan takut
bahwa serangan kepanikan yang dia alami akan mengancam nyawa dan membuat
penderitanya terlihat seperti orang bodoh. Penderita merasa dia tidak dapat kabur dari situasi
tersebut, ia juga akan takut kehilangan kewarasan dan menjad pusat perhatian.
3. Gejala Perilaku

Penderita biasanya akan menghindari situasi yang memungkinkan akan timbulnya
serangan panik. Mereka juga cenderung untuk menghindari kegiatan keluar rumah dan tidak
meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. Jika keluar rumah, mereka lebih suka ditemani
oleh orang yang dipercaya.
Selain itu menurut hellosehat.com gejala agoraphobia adalah takut untuk
meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama, takut sendirian dalam lingkungan sosial,
mencoba mengasingkan diri dari orang lain, dan takut berada dalam ruangan yang
membuatnya merasa terperangkap seperti di lift. Kemudian bagaimana cara mengatasi
agoraphobia?
Menurut dr. Marianti dari alodokter.com terdapat beberapa langkah pengobatan untuk
mengatasi penyakit ini, yaitu psikoterapi dan mengkonsumsi obat-obatan. Psikoterapi
membuat penderita belajar mengurangi gejala-gejala kecemasan yang ada pada dirinya dan
dibantu oleh psikolog atau psikiater. Penderita juga dapat mengonsumsi obat-obatan
antidepresan atau antiansietas untuk meredakan gejala kecemasan. Tentunya untuk
mengkonsumsi obat tersebut harus berkonsultasi dengan dokter. Jika kamu penderita
agoraphobia, kamu dapat melatih diri untuk tidak cemas berada dalam keramaian,
mengendalikan rasa takut ketika berada di suatu tempat.
Selain itu menurut hellosehat.com metode yang dapat mengobati gejala penyakit
agoraphobia adalah CBT atau Cognitive Behavioral Therapy. Ini merupakan metode paling
umum untuk penderita penyakit ini. CBT dapat membatu memahami perasaan penderita dari
berbagai sudut pandang. Metode ini juga mengajarkan cara untuk menghadapi ketakutan
dengan mengganti pikiran yang menakutkan dengan pikiran yang membangun. Pederita juga
dapat merubah gaya hidup, meski tidak dapat mengobati secara langsung namun dapat
mengurangi kecemasan sehari-hari. Penderita dapat melakukan olahraga secara teratur,
makan makanan yang sehat, dan melakukan meditasi untuk mengurangi kecemasan.
Itulah gejala penyakit agoraphobia dan cara mengatasi agoraphobia yang mungkin
dapat kamu ketahui. Pengobatan dan pencegahan lainnya tidak selalu memungkinkan untuk
dilakukan. Pengobatan akan menjadi lebih mudah dan cepat jika dimulai dari lebih awal. Jika
kamu seorang penderita agoraphobia, segeralah konsultasi dengan doktermu untuk
mengurangi gejala dari rasa cemasmu. Dengan melakukan mengobatan dan terapi, kamu
dapat mengurangi kecemasan dan menjadi pribadi yang lebih baik.